Tinjauan Etika Terhadap Penggunaan Freon untuk Mesin Pendingin dalam Filsafat Ilmu

  • Yulianti Yusal Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia
Keywords: Etika, Freon, Mesin Pendingin

Abstract

Etika adalah salah satu cabang filsafat perwujudan dan pengejawantahan secara kritis dan rasional ajaran moral yang siap pakai sedangkan moral adalah petunjuk konkret yang siap pakai tentang bagaimana kita harus hidup. Disiplin etika lebih bersifat normatif dan perspektif. Kaidah-kaidah etika perlu dipergunakan dalam menentukan objek penelitian dan aplikasi pengetahuan agar terhindar dari kemunculan dampak negatif dari riset sains dan penerapan pengetahuan sains di masyarakat, seperti kerusakan lingkungan dan dehuminasi. Ilmu pengetahuan dan teknologi seharusnya secara etis dimanfaatkan demi kelestarian alam sebagai prasyarat kelangsungan eksistensi manusia. Seperti pada penggunaan freon untuk mesin pendingin yang berkontribusi pada kenyamanan dan pelestarian bahan makanan melalui pendinginan atau pembekuan tapi bisa mengancam lingkungan melalui penipisan ozon dan pemanasan global. Oleh karena itu, penggunaan freon untuk mesin pendingin sebaiknya dihentikan dan menggantinya sebagai bentuk tanggung jawab untuk mewujudkan perubahan yang terbaik dalam teknologi mesin pendingin untuk pembangunan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Benhadid-Dib, S. & Benzaoui, A. (2012). Refrigerants and their environmental impact Substitution of hydro chlorofluorocarbon HCFC and HFC hydro fluorocarbon. Search for an adequate refrigerant. Energy Procedia, 18, 807 – 816.

Bolaji, B.O. & Huan, Z.(2003). Ozone depletion and global warming: Case for the use of natural refrigerant - a review. Renewable and Sustainable Energy Reviews, 18, 49–54.

Coulomb, D. (2008). Refrigeration and cold chain serving the global food industry and creatin a better future: two key IIR challenges for improved health and environment. Trends in Food Science & Technology, 19.

Firman, H. (2017). Etika Sains. Bahan Kuliah Filsafat Ilmu, Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.

Latif, M. (2014). Orientasi Ke Arah Pemahaman Filsafat Ilmu. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Ihsan, A. F. (2010). Filsafat Ilmu. Jakarta: Rineka Cipta.

UNEP.(2003). United Nation environment program. Handbook for International treaties for protection of the ozone layers 6th ed. Nairobi, Kenya.

UNEP.(2000). United Nation environment program. Handbook for International treatics for protection of the ozone layers, 5th ed. Nairobi, Kenya.

Suhartono, S. (2008). Filsafat Ilmu Pengetahuan: Persoalan Eksistensi dan Hakikat Ilmu Pengetahuan. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.

Suriasumantri. J.S.(2010). Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Populer. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Young, H.D. & Freedman R.A., (2012). Sears and Zemansky’s University Physics: With Modern Physics, - 13th ed. San Fransisco: Addison-Wesley.

Zemansky, M.W & Dittman, R.H. (1986). Kalor dan Termodinamika. Bandung: Penerbit ITB.
Published
2017-05-01
How to Cite
Yusal, Y. (2017). Tinjauan Etika Terhadap Penggunaan Freon untuk Mesin Pendingin dalam Filsafat Ilmu. JIPFRI (Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika Dan Riset Ilmiah), 1(1), 29 - 36. https://doi.org/10.30599/jipfri.v1i1.121