Model Pengembangan Kurikulum PAI Multikultural

  • Muslih Qomarudin STIT Al Hikmah Pisang Baru
Keywords: Model, Pengembangan Kurikulum PAI, Multikultural

Abstract

Pendidikan agama Islam memberi kontribusi sangat besar dalam membangun karakter dan peradaban bangsa yang bermartabat. Oleh karena itu dibutuhkan pembelajaran pendidikan agama Islam yang kontruktif dan kontektual, sehingga keberhasilan penyelenggaraan pendidikan agama berkontribusi terhadap calon generasi yang kaffah. Sebaliknya, kegagalan dalam penyelenggaraan pendidikan agama akan berdampak terhadap lemahnya  akhlak generasi penerus dimasa mendatang dan akhirnya akan meruntuhkan Akhlak dan peradapan bangsa. Latar belakang budaya yang beragam di indonesia mengharuskan kurikulum PAI memiliki model kurikulum yang menghadirkan pendidikan yang toleran. Model pembelajaran PAI Multikultural yang mendasarkan keberagaman budaya menjadi dasar dalam pengembangan kurikulum PAI. Pengembangan kurikulum PAI multikultural menjadi pilar kelestarian budaya daerah dan budaya Nasional

Downloads

Download data is not yet available.

References

Irsad, M. (2016). PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI MADRASAH (Studi Atas Pemikiran Muhaimin). Iqra’, 2(1), 231–267.

Marlina, M., & Iswati, I. (2018). Pengembangan Kurikulum PTAI Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Al-I’tibar : Jurnal Pendidikan Islam, 5(1), 1–9. https://doi.org/10.30599/jpia.v5i1.305

Nuryanti. (2008). FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM TENTANG KURIKULUM Nuryanti. 5, No.3, 329–338.

Hasan, Muhammad Tholchah, (2016). Pendidikan Multikultural Sebagai Opsi Penanggulangan Radikalisme, (Malang:Unisma).

Suryana, Yaya dan A.Rusdiana, (2015). Pendidikan Multikultural : Suatu Upaya Penguatan Jati Diri Bangsa, (Bandung:Pustaka Setia).

Tilaar, H.A.R.. Multikulturalisme: (2004). Tantangan-tantangan Global Masa Depan dalam Transformasi Pendidikan Nasional. (Jakarta: Grasind).
Published
2019-08-01
How to Cite
Qomarudin, M. (2019). Model Pengembangan Kurikulum PAI Multikultural. Al-I’tibar : Jurnal Pendidikan Islam, 6(2), 98-101. https://doi.org/10.30599/jpia.v6i2.647