Kadar Fosfor, Kalium dan Sifat Fisik Pupuk Kompos Sampah Organik Pasar dengan Penambahan Starter EM4, Kotoran Sapi dan Kotoran Ayam

  • Fibria Kaswinarni Universitas PGRI Semarang
  • Alexander Arya Surya Nugraha Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur
Keywords: Fosfor, Kalium, Kompos, EM4, Kotoran sapi, Kotoran ayam

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kadar fosfor dan kalium  serta sifat fisik pupuk kompos setelah diberi penambahan starter EM4, kotoran ayam dan sapi. Rancangan yang digunakan adalah RAL dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kedua (P2) dengan komposisi sampah sayur 50 kg + 1 kg kapur + 1 kg bekatul + kotoran ayam 15% memberikan kadar fosfor terbaik. Untuk semua perlakuan menunjukkan hasil kadar fosfor dan kalium yang sudah sesuai dengan syarat SNI 17-7030-2004. Sifat fisik pupuk kompos yang diamati yaitu pH, suhu, bau, tekstur dan warna juga sudah sesuai dengan syarat pupuk kompos yang matang yaitu menghasilkan pH 6,3-7, suhu 29-30oC, tidak berbau, berwarna cokelat kehitaman dan tekstur yang halus.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agus, C., Faridah, E., Wulandari, D., Purwanto, B.H. (2014), Peran Mikroba Starter Dalam Dekomposisi Kotoran Ternak Dan Perbaikan Kualitas Pupuk Kandang, Jurnal Manusia dan Lingkungan, 21 (2), 179-187

Badan Standarisasi Nasional, (2004), Spesifikasi Kompos Dari Sampah Organik Domestik, SNI 19-7030-2004

Dirjen Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, (1991), Kesuburan Tanah, Jakarta

Imaduddin, M., Hermawan, dan Hadiyanto. (2014), Pemanfaatan Sampah Sayur Dalam Produksi Listrik Melalui Microbial Fuel Cells, J. Sains Dasar, 3 (2), 196-204

Jalaluddin, Nasrul dan Syafrina, R. (2016), Pengolahan Sampah Organik Buah-buahan Menjadi Pupuk Dengan Menggunakan Efektive Mikroorganisme”, Jurnal Teknologi Kimia Unimal, 5 (1), 17-29

Kaswinarni, F. (2016), Pengaruh Penambahan Variasi Starter pada Pengomposan Sampah Organik Pasar terhadap Kadar N Total, N Tersedia dan C/N Rasio, Prosiding Seminar Nasional Masif II, 152-155

Marlina, E.T., Hidayati, Y.A., Benito, T.B., dan Harlia, E. (2010), Pengaruh Campuran Feses Sapi Pototng dan Feses Kuda Pada Proses Pengomposan Terhadap Kualitas Kompos, Jurnal Ilmu-ilmu Peternakan, XIII (6), 299-303

Roidah, I.S. (2013), Manfaat Penggunaan Pupuk Organik Untuk Kesuburan Tanah, Jurnal Univ. Tulungangung Bonorowo, 30-42

Supadma, A.A.N dan Arthagama, D.N (2008). Uji Formulasi Kualitas Pupuk Kompos Yang Bersumber Dari Sampah Organik Dengan Penambahan Limbah Ternak Ayam, Sapi, Babi Dan Tanaman Pahitan, Jurnal Bumi Lestari, 8 (2), 113-121

Shilev, S., Naydenov, M., Vancheva, V., dan Aladjadjiyan, A., (2006), Composting of Food and Agricultural Wastes (pp. 283-301). Bulgaria : University of Plovdiv Mendeleev Bulgaria

Setyorini, D., Saraswati, R., dan Anwar, E.K., (2015), Kompos, Available from

http://balittanah.litbang.pertanian.go.id/ind/dokumentasi/buku/pupuk/pupuk2.pdf, Diakses pada 3 Juli 2019

Wirosoedarmo, R., Cesaria, R.Y., dan Suharto, B. (2019), Pengaruh Penggunaan Starter Terhadap Kualitas Fermentasi Limbah Cair Tapioka Sebagai Alternatif Pupuk Cair, Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan, 8-14

Published
2020-01-09
How to Cite
Kaswinarni, F., & Nugraha, A. (2020). Kadar Fosfor, Kalium dan Sifat Fisik Pupuk Kompos Sampah Organik Pasar dengan Penambahan Starter EM4, Kotoran Sapi dan Kotoran Ayam. Titian Ilmu: Jurnal Ilmiah Multi Sciences, 12(1), 1-6. https://doi.org/10.30599/jti.v12i1.534