Kemampuan Keterampilan Dasar Mengajar Guru MIPA dalam Pembelajaran Kurikulum 2013

  • Mamik Suendarti Universitas Indraprasta PGRI
  • Witri Lestari Universitas Indraprasta PGRI
Keywords: kompetensi guru, keterampilan dasar mengajar, kurikulum 2013

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterampilan dasar mengajar guru MIPA (keterampilan bertanya, keterampilan mengadakan variasi, dan keterampilan membuka dan menutup pelajaran). Adapun tempat penelitian dilakukan di salah satu sekolah di daerah Jakarta. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar angket. Adapun hasil analisis yaitu kemampuan mengajar guru dari penguasaan materi diperoleh 76,11%, kemahiran mengajar 79,1%, perilaku guru dalam sehari-hari 92,5 %, dan hubungan sosial antara guru dan siswa 79,1%. Setelah data hasil penelitian dianalisis, ternyata ke empat variabel tersebut mempunyai hubungan yang bermakna dalam 4 kompetensi yang harus dimiliki guru. Sehingga guru harus memiliki kompetensi tersebut agar bisa mengajar dengan baik sesuai profesionalitas guru.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ambarawati, M. (2016). Analisis keterampilan mengajar calon guru pendidikan matematika pada matakuliah micro teaching. PEDAGOGIA: Jurnal Pendidikan, 5(1), 81-90.

Aryulina, D. (2010). Penerapan Lesson Study pada Microteaching bagi Calon Guru Biologi. In Forum Kependidikan (Vol. 30, No. 1, pp. 14-19).

Astuti, I. A. D., Dewati, M., Okyranida, I. Y., & Sumarni, R. A. (2019). Pengembangan media smart powerpoint berbasis animasi dalam pembelajaran fisika. Navigation Physics: Journal of Physics Education, 1(1), 12-17.

Bhakti, Y. B., Astuti, I. A. D., & Dasmo, D. (2019). Peningkatan Kompetensi Guru melalui Pelatihan PhET Simulation bagi Guru MGMP Fisika Kabupaten Serang. J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat), 3(2), 55-62.

Depdiknas. (2007). Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Standar Sarana Dan Prasarana Untuk Sekolah Dasar/ Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI), Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTS), dan Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA). Jakarta: Depdiknas.

Hasibuan dan Moedjiono. (2010). Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Hidayah, N., Rosidin, U., & Maulina, D. (2015). Deskripsi kemampuan guru IPA di SMP swasta Bandar Lampung dalam mengelola laboratorium. Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah, 3(4).

Husain, A., Dogar, A.H., Azeem, M., & Shakoor, A. (2011). Evaluation of Curriculum Depelovment Proces. International Journal of Humanities and Social Science. 1(4): 263-271.

Prastyo, Z. (2016). Analisis kemampuan guru dalam pembuatan rpp kurikulum 2013 dan pembelajaran pendidikan jasmani kesehatan dan olahraga (pjok) se-kecamatan gununganyar kota surabaya (studi pada guru pjok sd negeri kelas iv semester genap se-kecamatan gunung anyar kota surabaya). Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, 3(2).

Sudargo, F. (2010). Kemampuan pedagogik calon guru dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan keterampilan proses siswa melalui pembelajaran berbasis praktikum. Jurnal Pengajaran MIPA, 15(1), 4-12.

Usman, M.U. (2002). Menjadi guru profesional. Bandung: Remaja Rosdakarya

Widoyoko, E. P. (2009). Analisis pengaruh kinerja guru terhadap motivasi belajar siswa. Jurnal Pendidikan Umpwr, 1-16.

Published
2020-09-09
How to Cite
Suendarti, M., & Lestari, W. (2020). Kemampuan Keterampilan Dasar Mengajar Guru MIPA dalam Pembelajaran Kurikulum 2013. Titian Ilmu: Jurnal Ilmiah Multi Sciences, 12(2), 43-48. https://doi.org/10.30599/jti.v12i2.612