Penalaran Ilmiah dalam Ciptaan-Ciptaan Bionik (Bionic Inventions)

  • Tomi Hidayat Universitas Muhammadiyah Bengkulu
  • Armansyah Putra Universitas Samawa (UNSA) Sumbawa Besar

Abstract

Artikel ini membahas tentang penalaran ilmiah dalam hasil ciptaan Bionik. Proses penalaran ilmiah sebagai bagian dari kemampuan berpikir manusia dalam ciptaan-ciptaan Bionik (Bionic Inventions) yang diwujudkan pada penelitian-penelitian antara gabungan biologi dan elektronik. Bionik merupakan gabungan dari kata biologi dan elektronik, sistem mekanik makhluk hidup yang berfungsi seperti organ atau anggota tubuh makhluk hidup, mulai dari tangan, kaki, pendengaran, hingga penglihatan, semua bisa diperbaiki atau diganti (prosthesis) serta inspirasi teknologi pada semua makhluk hidup. Artikel secara rinci mengungkap konsep-konsep Bionik, ciptaan-ciptaan Bionik pada makhluk hidup (manusia, hewan dan tumbuhan), serta hubungan penalaran ilmiah dengan ciptaan-ciptaan Bionik (Bionic Inventions). Penciptaan Bionik termasuk dalam penalaran ilmiah induktif, deduktif dan abduktif yang berarti terdapat adanya proposisi hukum (rule), proposisi tentang suatu kasus (case), dan terakhir proposisi tentang kesimpulan (result) serta probabiltas yang tinggi yang terlepas dari falsifikasi (pseudo science).

Keywords: Penalaran Ilmiah, Bionic Inventions, Induktif, Deduktif, Abduktif

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arnot, David. 2009. Pustaka kesehatan Populer Mengenal Berbagai Macam Penyakit infeksi, volume 9. Jakarta: PT Bhuana Ilmu Populer. p. 104.

Beaty, Erin. 2012. Effects of perspective and belief on analytic reasoning in a scientific reasoning task. Journal Thinking & Reasoning, 18 (4), 441–460http://dx.doi.org/10.1080/13546783.2012.687892.

Fell, C.; Pearson, F. (November 2007). "Historical Perspectives of Thoracic Anatomy". Thoracic Surgery Clinics 17 (4): 443–8. Doi:10.1016/j.thorsurg.2006.12.001.

Glickman, Rosalene. 2002 Optimal Thinking. New York: John Wiley & Sons, Inc.

Juan P. Giraldo, Markita P. Landry, Sean M. Faltermeier, dkk. 2014. Plant nanobionics approach to augment photosynthesis and biochemical sensing. Nature Materials.

Kuhn, D., & Udell, W. 2000. The development of argument skills. Child Development, 74(5), 1245-1260.

Kuhn, D. 2001. How do people know? Psychological Science, 12(1), 1-8.

Laius, Anne. 2011. Impact on student change in scientific creativity and socioscientific reasoning skills from teacher collaboration and gains from professional in service. Journal of Baltic Science Education, Vol. 10, No. 2, (P. 127-137), ISSN 1648-3898.

Lawson, A. E. 2000. Classroom test of scientific reasoning. Retrieved 01 Jan. 2008. http://www.public.asu.edu/~anton1/LawsonAssessments.htm.

Liu. C, B. C. Colon, M. Ziesack, P. A. Silver, D. G. Nocera. Pemisahan air-biosintesis sistem dengan efisiensi pengurangan CO2 melebihi fotosintesis. Sains, 2016; 352 (6290): 1210 DOI: 101126.

National Geographic. Manusia Bionic. Edisi Januari 2010
Pusat Bahasa (2005). Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga. Jakarta: Balai Pustaka. ISBN 9789794071823)
Suriasumantri, J.S. 2009. Fisafat Ilmu: Sebuah Pengantar Popular. Jakarta Pustaka Sinar Harapan

Tawil. M, Liliasari. 2013. Berpikir Kompleks dan Implementasinya dalam Pembelajaran IPA. Makassar: Universitas Negeri Makassar Press.
Published
2017-08-29
How to Cite
Hidayat, T., & Putra, A. (2017). Penalaran Ilmiah dalam Ciptaan-Ciptaan Bionik (Bionic Inventions). Titian Ilmu: Jurnal Ilmiah Multi Sciences, 9(1), 7-17. https://doi.org/10.30599/jti.v9i1.55
Section
Articles